SIMASKLIK – Pada hari Senin dan Selasa, 22-23 Juli 2024, telah dilaksanakan pelatihan pengujian RBT (Rose Bengal Test), Pullorum, dan Trypanosoma yang diikuti oleh beberapa staf UPT Balai Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Klinik Hewan.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan staf dalam melakukan pengujian di laboratorium kesehatan hewan untuk mendeteksi penyakit-penyakit tersebut.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam melakukan pengujian, sehingga mempercepat proses identifikasi dan penanganan penyakit pada hewan terutama ternak yang akan dilalulintaskan.
Rose Bengal Test (RBT) adalah salah satu metode diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi infeksi Brucella pada ternak. Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik dan prosedur yang tepat untuk melakukan RBT, mulai dari persiapan reagen dan sampel serum darah hingga interpretasi hasil uji.
Pengujian Pullorum bertujuan untuk mendeteksi bakteri Salmonella pullorum yang sering menyerang unggas, terutama ayam. Pelatihan ini meliputi teknik pengambilan sampel yang benar, prosedur pengujian, serta cara-cara untuk menghindari kontaminasi selama proses pengujian.
Sedangkan pengujian Trypanosoma dilakukan untuk mendeteksi parasit Trypanosoma yang dapat menyebabkan penyakit pada berbagai hewan ternak. Pelatihan ini menekankan pentingnya keakuratan dalam pengambilan sampel darah dan penggunaan mikroskop untuk identifikasi parasit.
Dengan pelatihan ini, diharapkan staf UPT Balai Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Klinik Hewan mampu melakukan pengujian dengan lebih efektif dan efisien, serta dapat memberikan hasil yang lebih akurat.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan staf dalam melakukan pengujian di laboratorium kesehatan hewan untuk mendeteksi penyakit-penyakit tersebut.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam melakukan pengujian, sehingga mempercepat proses identifikasi dan penanganan penyakit pada hewan terutama ternak yang akan dilalulintaskan.
Rose Bengal Test (RBT) adalah salah satu metode diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi infeksi Brucella pada ternak. Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik dan prosedur yang tepat untuk melakukan RBT, mulai dari persiapan reagen dan sampel serum darah hingga interpretasi hasil uji.
Pengujian Pullorum bertujuan untuk mendeteksi bakteri Salmonella pullorum yang sering menyerang unggas, terutama ayam. Pelatihan ini meliputi teknik pengambilan sampel yang benar, prosedur pengujian, serta cara-cara untuk menghindari kontaminasi selama proses pengujian.
Sedangkan pengujian Trypanosoma dilakukan untuk mendeteksi parasit Trypanosoma yang dapat menyebabkan penyakit pada berbagai hewan ternak. Pelatihan ini menekankan pentingnya keakuratan dalam pengambilan sampel darah dan penggunaan mikroskop untuk identifikasi parasit.
Dengan pelatihan ini, diharapkan staf UPT Balai Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Klinik Hewan mampu melakukan pengujian dengan lebih efektif dan efisien, serta dapat memberikan hasil yang lebih akurat.


